oleh

Anak dibawah Umur Jadi Korban Pemerkosaan Hingga Hamil 4 Bulan di Makassar

Makassar, SulawesiEkspos — Gadis berisinial AP yang masih dibawah umur jadi korban pemerkosaan oleh kakak kandung temannya, di Sultan Alauddin Lr 1 rt 3 rw 1 Kelurahan Baeng baeng Kota Makassar dan hingga kini mengalami trauma.

Berdasarkan pantauan pengurus DPC GSPI Kota Makassar Makassar, Jumat (26/3/2021), keluarga korban masih terus mencari keadilan bagi anaknya, ibu korban “Syamsia, menuturkan bahwa dia tidak menyangka kalau anaknya telah diperkosa oleh anak tetangganya sendiri.

Kondisi ekonomi dan rumah yang tak layak huni merupakan salah satu penyebab rawannya tindak kekerasan terhadap anak. Korban pemerkosaan AP adalah salah satu anak yang mengalami dampak tersebut.

AP (red/korba) menceritakan kronologis dimalam kejadian, bermula (oktober 2020) dari ajakan adik si pelaku (NF) untuk bermalam dirumahnya, AP pun meminta ijin ke ibunya untuk nginap dirumah tetangganya tersebut, lalu pada tengah malam sekitar pukul 02.00 wita tiba – tiba Pelaku (inisial H) melemparkan selimut dan tidur dibelakang AP, tidak lama kemudian H melancarkan serangannya ke AP dan mengancam untuk tidak ribut dan berteriak “awasko kalau ribut atau berteriakko, kupukul ko” tutur AP menirukan ucapan H, lalu H membuka celana korban dan melancarkan aksinya, Setelah melakukan aksinya, H bergegas kekamar mandi dan kembali ke AP lalu melemparkan uang 50 ribu dan kembali mengancam AP ” janganko bilang – bilang, kalau bilangko kupukul dan kutendangko”. Setelah kejadian malam itu korban AP menyembunyikan peristiwa itu dari siapapun termasuk keluarganya karena merasa terancam.

Kasus ini mulai terkuak setelah salah satu tetangga dari korban mencurigai si korban (AP) ada perubahan pada bentuk tubuhnya dan langsung memanggil ibu syamsiah untuk pergi memeriksa anaknya, Alhasil dari pemeriksaan RSIB ST. Khadijah, anaknya dinyatakan sudah hamil 4 bulan lebih (17-03-2021), segala upaya telah di lakukan oleh pihak keluarga korban namun terus mendapat penolakan dari pihak keluarga pelaku, termasuk mediasi yang dilakukan oleh ketua RW kel. Baeng – baeng, namun hasilnya keluarga pelaku tetap ngotot kalau pelakunya bukan H.

Wakil ketua DPC Kota Makassar, Asmawati menjelaskan Kasus ini telah di laporkan ke polrestabes makassar, minggu 21 Maret 2021, dan ke Perlindungan Anak, keluarga korban juga sudah meminta bantuan pendampingan kepada DPC GSPI Kota Makassar dan DPD GSPI Sulsel untuk melakukan pendampingan hukum kepada korban sampai pelaku diberi sangsi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

“Kami harap semua pihak, semua lapisan masyarakat untuk berperan aktif dan melaporkan jika menemukan kasus kekerasan anak terjadi,” tutur Asmawati

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Hukum DPD GSPI Sulsel, Masran Amiruddin, SH., MH, menjelaskan bahwa terkait kasus tersebut, secara kelembangaan maupun secara pribadi yakin akan dilakukannya proses hukum terhadap pihak yang diduga melakukan tindakan asusila tersebut

“kami yakin pihak kepolisian dalam hal ini unit PPA Polrestabes Kota Makassar yang menangani kasus tersebut dapat mengungkap fakta-fakta hukumnya dan tentunya akan segera menemukan siapa tersangkanya”

Ia menambahkan, bahwa pihaknya sebagai lembaga yang telah mendapat kuasa dari orang tua korban selalu siap untuk mendampingi korban dalam setiap proses hukum yang akan berjalan demi untuk adanya keadilan dan perlindungan bagi korban, tutupnya.
(Ld)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed