oleh

LSM PERAK Duga Alfamart Sudah Tak Berizin Tapi Tetap Beroprasi

Makassar, SulawesiEkspos — Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Rakyat (LSM PERAK), Meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar untuk mengevaluasi kembali terkait Perda No.15 Tahun 2009, Karena diduga Alfamart melanggar aturan tersebut.

Ketua Devisi Hukum dan Pelaporan, Burhan Salewangang SH, Mengatakan keberadaan toko Alfamart yang kian menjamur bak tumbuhan “ubi jalar” yang mematikan banyak pengusaha lokal khusus pedagang campuran yang ada di Kota Makassar.

“Kasihan para pedagang campuran yang ada di Kota Makassar, dimasa pandemi covid – 19 ini, begitu sulit mengumpulkan rupiah dari tiap item yang dijual, dan harus menghadapi lagi saingan berat dari toko modern seperti Alfamart” Ucap Burhan saat ditemui disalah satu warkop, Sabtu (30/01/2021).

Ia menambahkan, kami sudah melayangkan surat ke DPRD Kota Makassar, sisa menunggu respon dan langka seperti apa yang akan dilakukan.

Sementara itu, Anggota DPRD dari PPP, H. Rahmat Taqwa Mengatakan sampai hari ini belum dicheck suratnya, dan besok akan kami check, karena kami juga belum ada kordinasi dengan pihak Alfamart.

“Inikan baru dugaan bahwa Alfamart melanggar aturan jarak antara pasar tradisional, Tapi besok kami akan bahas bersama teman teman di Kantor, entah kita melakukan pemanggilan atau disidang dulu”. Ucap H.Rahmat saat memberi komentarnya via Telfon, Minggu malam, (31/01/2021).

Tidak hanya itu, “SN” salah satu pedagang campuran mengatakan, mohon kepada bapak bapak dewan Kota Makassar untuk membantu kami para pedagang kecil ini.

“Saya hanya memohon kepada bapak bapak dewan, sedikit keadilan saja untuk saya ataupun orang diluar sana yang punya usaha campuran macam saya, yang hampir puna karena keberadaan alfamart yang kian menjamur dan seakan menghalalkan segala cara untuk membuka gerai”, Bebernya.
(×)

loading...
           

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed