oleh

Soal Kasus Kosmetik Ilegal di Pinrang, Dinas Perindag Diminta Bertanggung Jawab

PINRANG, SulawesiEkspos.com – Kasus kosmetik ilegal yang beredar di pasar Sentral Kabupaten Pinrang mendapat sorotan dari pelbagai pihak.

Kepala Dinas Perdagangan, Energi, dan Mineral Pinrang, Hartono Mekka mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan para pedagang diberi peringatan atas hal tersebut.

“Sebenarnya, sudah beberapa kali kami sosialisasikan, namun kali ini akan kami berikan tindakan tegas jika masih ada yang ditemukan masih menjual,” kata Hartono, Senin (21/12).

Langkah tersebut diambil Perindag setelah empat pedagang diamankan Polres Pinrang belum lam ini.

Namun, Kordinator LSM Indonesian Timur Corupction Watch (ITCW), Jasmir L Laintang menegaskan, Dinas Perdagangan tidak boleh lepas tanggung jawab.

Jasmir menilai, ada unsur kelalaian dalam pengawasan terhadap distribusi barang yang masuk.

Apalagi kata dia, jual beli kosmetik ilegal di pasar Pinrang sudah dilakukan selama lima tahun belakang ini.

“Dinas Perdagangan harus ikut bertanggung jawab dari kasus itu,” tegasnya.

“Jangan-jangan karena ada aliran fee ke pihak tertentu, sehingga pengawasan barang tidak diperketat,” lanjutnya.

Sekertaris Dinas Perdagangan Pinrang, Nasruddin saat dikonfirmasi, mengatakan, pihaknya sama sekali tidak memberikan izin memperjual belikan barang berbahaya tersebut.

“Untuk barang berbahaya kami tidak pernah memberikan izin. Jadi, itu dijual tanpa sepengetahuan kami,” jelasnya.

Mengenai adanya oknum di belakang kasus tersebut, Nasrudin mengungkapkan, dirinya sama sekali tidak mengetahui.

“Saya kurang tahu soal itu, yang saya ketahui ada pedagang kosmetik yang ditangkap. Tapi semoga tidak ada, kita akan telusuri juga nanti,” paparnya.

Sementara, Kanit Reserse Ekonomi (Resek) Polres Pinrang, Ipda Hasmun Hasan mengatakan, pihaknya sementara masih melakukan penyelidikan adanya dugaan oknum yang mengambil keuntungan atas kasus tersebut.

“Mengenai ada oknum yang memungut setoran keamanan dari pedagang agar kosmetik tersebut bisa diperjual belikan, kita masih selidiki. Pastinya, kita mau bongkar jaringan yang ada di belakang,” ujarnya. (rls)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed