oleh

Buntut dari Kekalahannya di Survei Resmi, Pengamat Sebut Appi-Rahman Mulai Bisiki Pejabat Pemerintah

MAKASSAR, SulawesiEkspos.com – Hampir semua di lembaga survei resmi yang ada, Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando selalu tak diunggulkan. Seperti misalnya dari Saeful Mujani Research Center (SMRC) dan Celebes Research Center (CRC).

Berkaca pada kondisi tersebut, Pengamat Politik dan Pemerintahan, Apriansyah menilai bahwa Appi-Rahman sudah ketar-ketir. Olehnya sejumlah upaya, ungkap dia, bakal dilakukan oleh paslon nomor urut dua ini.

“Tentu saja, ada kekhwatiran sendiri bagi pasangan Appi-Rahman. Tidak mungkin mereka tenang. Apalagi tak cukup seminggu lagi sudah mulai pemilihan,” ungkap pria yang akrab disapa Apri ini, Kamis (03/12/2020).

Pria asal Bone ini menduga jika Appi-Rahman bakal meminta pejabat pemerintahan yang mendukungnya untuk bergerak. Appi-Rahman, disebutkan Apri, sadar jika mereka tak mampu mendulang suara dengan kerja kerasnya sendiri.

“Kenapa saya bilang pejabat pemerintah, karena kita lihat kan kemarin ada dua ASN Pemkot yang mendukungnya. Kemungkinan besar ada pejabat lain yang mendukung pak Appi,” sambungnya.

Pasca kekalahan di survei, mau tidak mau pejabat pemerintah mesti digerakkan. Sebab, Appi-Rahman menilai orang-orang tersebut mampu memberikan pengaruh besar untuknya dalam Pilwalkot nanti.

“Misalnya kalau Camat, daerahnya kan luas, warganya pun banyak. Hal inilah yang dimanfaatkan,” jelasnya.

Kendati demikian, pejabat pemerintah sendiri akan diberikan sanksi oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) jika berpolitik praktis. Salah satu contoh yakni Camat Mamajang, Fadly Wellang dan Kepala Puskesmas Perumnas Antang, Sulpiah yang disanksi karena ikut terlibat mendukung Appi-Rahman. (*)

(Z)

loading...
           

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed