oleh

Pemkot-Bawaslu Parepare Canangkan Kelurahan Anti Politik Uang

PAREPARE, SulawesiEkspos.com — Pemkot bekerja sama Bawaslu Parepare mencanangkan program kelurahan anti politik uang.

Staf Ahli bidang Hukum dan Politik, Abdul Latief mengatakan, program ini upaya meminimalisir politik uang di masyarakat.

“Dengan adanya kelurahan anti politik uang ini menciptakan setiap tahapan pemilu. Semua elemen bangsa harus tegas menolak politik uang,” kata Abdul Latief saat membacakan pidato tertulis Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, di taman wisata hutan Jompie, Rabu (25/11).

Menurut dia, program kelurahan anti politik uang itu penting. Sebab, katanya, dengan begitu masyarakat terlibat aktif pada sistem pengawasan partisipasi.

“Masyarakat bisa melaporkan pelanggaran dan kecurangan yang ditemui di lapangan. Ini strategi pengawasan yang baik. Alhamdulillah ketika kita berkaca pada Pilkada Parepare lalu, semuanya berlangsung aman dan damai. Ini yang kita harus pertahankan dan tingkatkan,” katanya.

Ketua Bawaslu Parepare, Zainal Asnun mengaku, penanganan politik uang sangat sulit diterapkan. Sebab, personil Bawaslu baik di tingkat kelurahan dan kecamatan terbatas.

“Personil sangat terbatas. Panwascam hanya tiga orang, Panitia pengawas lapangan (PPL) hanya satu orang per kelurahan. Sementara petugas PTPS hanya satu per TPS,” aku Zainal.

Oleh sebab itu, pengawasan partisipatif terus digenjot. Salah satunya, kata Zainal dengan membentuk kelurahan anti politik uang.

“Ini menjadi tantangan sehingga kami mencanangkan pengawasan partisipatif dengan membentuk satu kelompok masyarakat untuk mencegah politik uang,” ucap dia.

Untuk itu, ia berharap program itu menjadi perpanjangan tangan pengawas pemilu. Sehingga masyarakat memiliki kesadaran moral untuk mencegah politik uang.

“Saya yakin ini berkesinambungan dengan pembinaan-pembinaan ke masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Bawaslu Sulsel, Asri Yusuf menjelaskan, program tersebut sebagai upaya mengubah pola pikir masyarakat agar terhindar dari politik uang.

“Kita harus dekati masyarakat dengan seluruh variabel yang ada. Bukan cuma pendekatan hukum saja. Sebab politik uang itu persoalan penting yang berpengaruh pada sendi-sendi kehidupan,” jelas Asri.

Bawaslu – IAIN Parepare Teken MoU

Selain mencanangkan kelurahan anti politik uang, Bawaslu juga meneken MoU dengan IAIN Parepare. Tentang pengawasan partisipatif.

Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan mengapresiasi Bawaslu dengan penandatanganan MoU tersebut.

“Kami menyambut dengan gembira kerja sama ini. MoU ini tepat karena kami memiliki karakter sebagai lembaga netral terhadap kegiatan Pemilu,” kata Ahmad.

Terlebih, kata Ahmad, ada sekira 8000 mahasiswa di IAIN Parepare dari sejumlah daerah. Kata dia, mereka siap membantu Bawaslu melakukan pengawasan partisipatif.

“Ini luar biasa. Sejak berdirinya IAIN, baru kali ini Bawaslu berkomitmen untuk pengawasan pemilu. Tentu sulit menghilangkan ‘money politic’, tetapi kami komitmen sebagai lembaga pendidikan yang objektif untuk mencegah politik uang,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. (*)

Penulis : Ucci

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed