oleh

LPP Kolaborasi Formasel Gelar Dialog Kebenaran

MAKASSAR, SulawesiEkspos.com  – Lembaga Pengawasan Publik bekerjasama DPP Formasel (Forum Mahasiswa Sulawesi Selatan), menggelar dialog kebangsaan di Upnormal, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Sulsel, Selasa (10/11/2020).

Dialog kebangsaan ini menghadirkan dua orang akademisi dari Universitas Bosowa Makassar masing-masing, Baso Madiong dan Ruslan Ranggong.

Kegiatan itu dihadiri para mahasiswa dan elemen masyarakat. Tema yang diusung adalah “Peran Mahasiswa dalam rangka pemilukada serentak di provinsi Sulawesi Selatan 2020 demi terwujudnya pemilukada yng aman dan damai selama masa pandemi.”

Baso Madiong sebagai pembicara pertama menjelaskan jika, pemilihan kepala daerah sebenarnya masih banyak memenuhi kendala baik dari aspek warga negara sebagai hak memilih yang belum menentukan pilihannya.

“Kita masih melihat saat ini pemberitaan di media terkait sorotan-sorotan masyarakat terkait kinerja kepemimpinan,” jelas akademisi Sosilogi Hukum Unibos,

Baso Madiong mengatakan, permasalahan yang masih sering muncul dalam Pilkada, yakni memilih masih didominasi oleh asas kekeluargaan.

Pada kesempatan itu, Baso Madiong menjelaskan terkait tips-tips cerdas memilih pemimpin.

Pertama, kata dia, harus memperhatikan kebutuhan masyarakat. Kebutuhan masyarakat baik dari sektor penanganan ekonomi dan lain sebagainya.

“Nah, yang harus dilihat adalah apakah program kerja pasangan calon berorientasi pada kebutuhan rakyat,” katanya.

Kedua, melacak figur pasangan calon yang akan bertarung. Figur kandidat sangat menentukan orientasi keberlangsungan masyarakat ke depan. Selain itu, figur kandidat harus dilacak apakah punya masalah dengan hukum atau tidak.

Ketiga, visi misi pasangan calon juga perlu menjadi perhatian para pemilih. Utamanya, para pemuda sebagai pemilih cerdas.

“Visi misi ini juga apakah rasional untuk direalisasikan di masyarakat. Dan apakah visi-misi memang bisa direalisasikan,” kata Baso Madiong.

Keempat, kinerja pemerintahan. Baso Madiong menegaskan, masa pemerintahan dari sejak merdeka sampai sekarang adalah mengedepenkan kepentingan rakyat sebagai pemegang tertinggi kekuasaan.

“Jadi penguasa jangan mencoba mengagung-agungkan kekuasannya, karena sesungguhnya kekuasaan tertinggi itu ada pada rakyat,” urainya.

“Pemimpin itu adalah kesempatan terbaik berbuat baik kepada rakyat, bukan kesempatan untuk mengambil keuntungan dari rakyat,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Baso Madiong mengajak kepada para peserta agar menjadi pemilih cerdasa untuk menentukan pemimpin ke depan. (Samin)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed