oleh

Pimpin Warga Datangi DPRD Sidrap, Kades Bila Riase : Hentikan Pertambangan

SIDRAP, SulawesiEkspos.com — Masyarakat Desa Bila, Kecamatan Pitu Riase mengadu ke DPRD Kabupaten Sidrap. Soal aktivitas tambang yang masih beroperasi.

Kepala Desa (Kades) Bila Riase, Sirajuddin memimpin warga menyambangi DPRD untuk menyampaikan aspirasi. Agar para penambang di sungai itu menghentikan aktivitas.

“Kami minta agar bendungan di sungai Bila diselamatkan. Kami juga mendesak agar penambang yang tidak sesuai aturan tolong dihentikan,” kata Sirajuddin, Kamis (5/11).

Terlebih, kata Sirajuddin, Bupati Sidrap telah menerbitkan surat yang ditujukan ke Polres agar aktivitas tambang di sungai Bila dihentikan.

“Ada poin yang termaktub di surat itu. Pertama, penambang dilarang melakukan aktivitas karena mengancam pemukiman warga. Kedua, rusaknya lahan perkebunan warga di sekitar sungai akibat aktivitas pertambangan itu,” katanya.

Untuk itu, ia juga berharap agar DPRD dan kepolisian bersinergi meredam konflik antara pihak penambang dan warga.

“Kondisi masyarakat dan penambang sekarang saling berbenturan. Makanya kami ke sini agar konflik ini tidak berkepanjangan. Kalau memang tidak mampu menangani, yah bilang dong. Kita akan teruskan ke pemerintah Provinsi,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua II DPRD Sidrap, Kasman mengaku telah menindaklanjuti aspirasi warga Bila.

Menurut Kasman, pihaknya telah melayangkan surat ke Pemkab dan Polres agar aspirasi warga ditindaklanjuti.

“Kami sudah surati Bupati dan Kapolres. Apa yang disampaikan warga kita sudah sampaikan ke Pemerintah dan Polres,” singkat Kasman.

Sebelumnya, Bupati Sidrap menerbitkan surat yang ditujukan ke Polres agar aktivitas tambang di sungai Bila dihentikan. Surat itu diterbitkan, Jumat (30/10), lalu.

Kapolres Sidrap, AKBP Leonardo Panji Wahyudi mengaku, sudah menurunkan personil untuk melaksanakan penertiban agar aktivitas tambang dihentikan di sungai itu.

“Personil sudah kami turunkan. Itu dipimpin langsung Kasat reskrim untuk melaksanakan penertiban di lokasi tambang. Seluruh tambang apabila belum melaksanakan tahapan yang dianjurkan dan diperintahkan oleh pemerintah provinsi. Maka operasionalnya dihentikan sementara. Apabila ada masyarakat yang melakukan tindakan merusak dan melanggar aturan akan diproses hukum,” tegasnya, Rabu (4/11).

Sebelumnya, terjadi cekcok antara dua kubu masyarakat di sungai Bila, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap, Selasa (3/11), lalu.

Warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila (AMPSB) dan pihak penambang nyaris baku parang.

Insiden tersebut terkait aktivitas tambang di sungai itu. Koordinator AMPSB, Andi Kengkeng menilai penambang tak mematuhi aturan. (*)

Penulis : Ucci

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed