oleh

Legislator Golkar Minta Penempatan Traffic Light Sejumlah Titik Dikaji Ulang

MAKASSAR, SulawesiEkspos.com – Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Suharmika berpandangan, bahwa kemacetan marak terjadi di beberapa ruas jalan protokol Kota Makassar disebabkan oleh pemasangan traffic light (lampu lalu lintas) yang tidak tepat, durasi yang tidak teratur.

Legislator Golkar ini mengaku, mendapat banyak laporan dari warga terkait kondisi sejumlah ruas jalan di Makassar yang kerap terjadi kemacetan panjang, utamanya dijam-jam sibuk.

“Ada pengguna jalan yang mengadu, bahkan surat interaktif dari pembaca di media-media cetak saya baca banyak yang mengeluhkan soal itu,” ujarnya, Kamis (6/11/2020).

Salah satu contoh yang disebutkan Suharmika, keberadaan lampu merah di depan BTP Tamalanrea.Pengguna jalan mengeluhkan, sejak arah dari jalan lingkar barat menuju kota dibuka, yakni pengedara bisa belok ke arah kanan, justru menyebabkan kemacetan panjang dari arah kota menuju Daya.

“Kondisi itu paling parah terjadi saat sore hari, waktu warga pulang kerja. Bahkan kemacetan terjadi hingga ke pintu satu Unhas,”kata Mika.Mika melanjutkan, diperparah lagi posisi traffic light di pintu 1 Unhas yang tidak strategis.

“Itu kalau dari arah utara, belok kanan ke arah Unhas. jaraknya terlalu jauh. Kadang lampu hijau sudah berubah ke lampu merah pengendara yang mau belok itu belum sampai diseberang,” katanya.

Kondisi berbeda di sejumlah titik jalan yang dipasang lampu merah, seperti di Jalan Bolevard menuju AP Pettarani. Durasinya terlalu lama untuk menunggu lampu warnah hijau kembali menyala. Sementara saat lampu hijau, hanya hitungan beberapa detik saja sudah kembali merah.

“Kondisi ini juga yang menyebabkan kemacetan, karena pengaturan waktu traffic ligth yang tidak tepat. Dinas Perhubungan perlu mengevaluasi efektivitas sejumlah lampu merah,” tandasnya. (admin)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed