oleh

Boyong 13 Jemaah ke Saudi, Tarif An-Nur Travel Naik Drastis Selama COVID-19

SIDRAP, SulawesiEkspos.com — Tarif An-Nur Travel Haji dan Umrah selama pandemi COVID-19 naik drastis.

Direktur Utama An-Nur Travel Haji dan Umrah, H Bunyamin M Yapid mengungkapkan, pihaknya selama pandemi COVID-19 memasang tarif standar sebesar Rp30 juta untuk paket 12 hari.

“Iya ada kenaikan tarif. Yang Rp30 juta Itu standar yah. Itu tarif bagi orang yang berangkat dari Jakarta. Kalau berangkatnya di Makassar, tarifnya Rp37,5 juta. Itu sudah termasuk asuransi dan PCR yah. Kalau dulu sih (sebelum COVID-19) dengan duit segitu sudah VVIP. Dulu sih, hanya berkisar 20 juta-an yang standar. Tetapi memang hotelnya kelas ekonomi,” kata Bunyamin saat dihubungi, Selasa (3/11).

Meski demikian, kata Bunyamin, kenaikan tarif itu masih wajar. Sebab, Pemerintah Arab Saudi juga menaikkan tarif pajak mencapai 15 persen. Selain itu, kata dia, komposisi biaya juga bertambah.

“Dulu kan, pajak masih 10 persen. Kedua, hotel-hotel ekonomi penuh semua. Jadi otomatis kita booking hotel berbintang lima dong. Ditambah lagi, ada biaya Polymerase Chain Reaction (PCR). Terus di hotel, yang dulunya sekamar berempat sekarang harus sekamar berdua karena ‘psychal distancing’. Biaya bus juga mahal di Arab Saudi karena dua kali angkut kan karena penumpang dibatasi. Itu semua sih yang membuat travel sekarang mahal,” katanya.

Terkait pemberangkatan perdana ke Arab Saudi, Minggu 1 November lalu. Pihaknya sudah memboyong 13 jemaah. Kata dia, pihaknya bakal membuka sebanyak lima gelombang lagi.

“Alhamdulillah, kurang lebih 13 orang calon jemaah umrah yang kita berangkatkan. Ada dari Jakarta, Aceh, Surabaya, dan dari Makassar tiga orang saja. Mereka mendaftar di cabang-cabang An-Nur Travel di sana. Selain itu, ada juga 185 jemaah dari travel lain juga yang gabung. Kedepan, kami akan buka lagi pada tanggal 8,15, 24, 29 November hingga 6 Desember,” ucap dia.

Terkait mekanisme protokol kesehatan COVID-19, ia mengaku jemaahnya sudah siap.

“Kita sudah pastikan semua calon jemaah negatif setelah di tes PCR. Sebelum berangkat pada H-2 kan kita harus PCR di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Juga dikarantina di sana selama satu hari untuk perbaikan imunnya. Jadi, jemaah kita siap lah,” akunya.

Dia membeberkan, kuota jemaah umrah untuk Indonesia hanya berkisar 1000 orang per hari. Untuk itu, katanya, travel miliknya hanya memiliki 50 kuota saja per pemberangkatan.

“Semua serba dibatasi. Bahkan usianya pun saat ini dibatasi. Jemaah yang dibolehin pergi ke tanah suci hanya berusia 18 sampai 50 tahun,” tandasnya.

Sebagai informasi, An-Nur Travel Haji dan Umrah memiliki 14 Cabang di Indonesia. Diantaranya di Makassar ada 2 cabang, Parepare, Pinrang, Wajo, Bone, Masamba, Sorowako, Mamuju, Semarang, Jakarta, Bogor, Bandung, hingga Kalimantan. Sementara kantor pusatnya terletak di jalan Ganggawa, Kelurahan Majjelling Wattang, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap. (*)

Penulis : Asri

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed