oleh

Viral Berita LSM Wartawan Peras Kepsek di Mamasa, Ocak : Itu Bukan Anggota Kami

MAKASSAR, SulawesiEkspos.com — Beredarnya Pemberitaan 3 Oknum LSM dan Wartawan pemeras Kepala Sekolah di Mamasa membuat Ketua DPD LSM LPK Kota Makassar, Abd. Rahman MS angkat bicara. Pasalnya dalam berita mencatut nama LSM Pemburu Keadilan padahal Ketua Umum LSM LPK dan jajarannya tidak mengenal Oknum LSM itu.

Abd. Rahman menegaskan, bukan LSM Lintas Pemburu Keadilan yang melakukan pemerasan akan tetapi LSM Pemburu keadilan.

Lebih lanjut Rahman mengatakan, Ketua Umumnya sudah menghubungi Kapolsek Mambi AKP Perwira dan Kapolsek membenarkan bukan anggota LSM Lintas Pemburu Keadilan.

“Saya sampaikan kepada semua bahwa oknum LSM yang ditangkap di Mambi itu bukan anggota kami. Jadi namanya memang hampir sama tapi lain orangnya,” kata pria yang akrab disapa Ocak ini saat memberikan keterangan kepada awak media, Sabtu (31/10/20).

Sebelumnya, viral berita tiga pria berinisial I, A, dan M dibekuk aparat Reskrim Polsek Aralle, usai melakukan pemerasan terhadap Kepala SMA 2 Buntu Malangka Kabupaten Mamasa. Ketiganya ditangkap di jalan Desa Uhailanu sekitar pukul 17.00 Wita, Kamis (29/10/20).

Dan Dari ketiganya, polisi menemukan ID card atau kartu anggota pers dari media ‘Pemburu Keadilan’ dan ‘Jejak Kasus (JK) TV’.

Ditemukan juga barang bukti uang tunai senilai Rp 2,6 juta yang dibungkus plastik hitam, Tujuh lembar surat blangko perjanjian kerjasama publikasi Media ‘Pemburu Keadilan’ yang kesemuanya mempunyai nomor yang sama. Lima buah kartu identitas pers dari berbagai media.
Termasuk satu unit mobil Daihatsu Xenia dan sebilah parang serta badik.
Kapolsek Aralle Ipda Perwira mengatakan, penangkapan tiga pelaku berdasarkan laporan korban yang telah dimintai uang dibarengi dengan pengancaman.

“Terduga pelaku mengancam korban dengan mencari kesalahan korban, Dan kadang mengaku LSM, kadang mengaku wartawan ke orang-orang yang didatangi.

Dan mereka membawa ID card atau kartu pers Media Pemburu Keadilan dan Jejak Kasus (JK) TV,” kata Perwira kepada awak media, Jumat (30/10/20).

Saat melakukan pemerasan, para pelaku mengancam korban akan memberitakan ketidak beresan proyek pembangunan gedung SMA 2 Buntu Malangka Agar tidak diberitakan, Kepala Sekolah diminta menyetor uang Rp 30 juta, Namun saat itu pihak sekolah hanya menyanggupi memberikan uang 2,6 juta secara tunai.

“Ketiga pelaku mengancam korban jika tidak diberikan uang sejumlah 30 juta, akan diangkat beritanya dan Akhirnya pihak sekolah hanya bisa memberikan uang Rp 2,6 juta saja,” jelas Perwira.

Korban langsung melapor setelah para pelaku pergi, Unit Reskrim kemudian bergerak melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan ketiganya.

(*)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed