oleh

Dosen FMIPA UNM Upayakan Desa Congko Sebagai Sentra Produksi Pupuk dan Beras Organik


MAKASSAR,SulawesiEkspos –Makassar Ketergantungan masyarakat khususnya masyarakat petani terhadap pupuk kimia sangat tinggi, sebagaimana yang terjadi juga di Desa Congko. Akibatnya adalah terjadi penurunan kualitas tanah pertanian, bahkan menurut ahli kesehatan bahwa, penggunaan zak kimia seperti pupuk kimia yang berlebihan dapat memnyebabkan berbagai jenis penyakit. Berdasatkan hal tersebut maka TIM PKW Desa Congko yang diprakarsai oleh BRIN, UNM, dan Pemda Kabupaten Soppeng dalam hal ini Pemerintah Desa Congko berinisiatif untuk mengembangkan produksi pupuk organik di wilayah ini.

Menurut Kepala Desa Congko Bapak Muhammad Jafar, S.Sos, bahwa wilayah ini mempunyai sumber daya lahan pertanian padi sawah dan kebun yang sangat luas, dan sudah sering melakukan uji coba terhadap penerapan pupuk organik, namun tidak berkesinambungan sehingga belum menunjukkan hasil yang maksimal. Hal tersebut disebabkan karena produksi pupuk organik yang tidak memadai. Oleh karena itu, Tim Pelaksana PKW UNM Prof Rosmini Maru, Ph.D., beserta tim Dra. Sumiati Side, M.Si., Drs. Suprapta, M.Si., Dr. Muhammad Riadi, M.P., melalui kerjasama dengan pemerintah Desa Congko, bertekad untuk membumikan pupuk organik di wilayah ini, dan menjadikan Desa Congko sebagai salah satu sentra produksi pupuk dan beras organik di Sulawesi Selatan.

Alhamdulillah hingga saat ini kegiatan ini berjalan dengan baik berkat dukungan penuh dari TIM, masyarakat, Pemerintah Desa Congko, serta dukungan penuh dari Pimpinan UNM melalui Ketua LP2M UNM (Prof. Dr. Bakhrani A. Rauf, M.T.), yang telah memberikan dukungan melalui surat izin/tugas atas pelaksanaan kegiatan PKW di Desa Congko ini. (*)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed