oleh

Merasa Lembaganya Dirugikan, PERAK Geram dan Sayangkan Pemberitaan

MAKASSAR, SulawesiEkspos.com – Setelah laporannya Terkait dugaan ijazah palsu Calon Bupati Selayar Petahana Muh. Basli Ali dihentikan ke tahap penyidikan oleh Gakkumdu Bawaslu Kabupaten Kepulauan Selayar, LSM PERAK merasa anggotanya digiring untuk mengakui sesuatu yang tak diketahuinya.

Hal ini disampaikan oleh, Wakil Koordinator Divisi Pengaduan Masyarakat dan Kebijakan Publik LSM PERAK Sulsel, Hendra Jaya kepada awak media.

“Sekali lagi kami sampaikan, kami meminta maaf karena menghargai dan menghormati keputusan Bawaslu Selayar bukan karena diancam apalagi Beriorentasi politik. Jadi kawan-kawan media tolong jangan dipelintir,” ungkapnya, Jum’at (2/10/20).

Hendra pun merasa geram, menganggap pelapornya digiring atau diintervensi untuk mengatakan sesuatu yang tidak diketahuinya pada media yang menghubunginya.

“Kami sudah meminta klarifikasi ke HS selaku pelapor kami, Ia merasa tertekan dan diintervensi baik dia maupun keluarganya. Dan ia juga merasa ditekan karena keluarga di kampungnya malah Tim dari paslon yang kami laporkan,” bebernya.

Menurutnya, HS memang sengaja dihadirkan untuk memenuhi syarat formil pelaporan karena sebelumnya sempat ditolak dikarena pelapor sebelumnya tidak berdomisili di Kabupaten Selayar.

“Diawal kami sudah sampaikan ke HS laporan ini murni tidak bertuan dan tidak ditunggangi oleh siapa-siapa. Dan anehnya HS yang tidak tahu apa-apa kecuali pelaporan berkomentar seperti itu ke media,” terang Hendra.

Lanjut Hendra, menegaskan jika tidak ada kepentingan politik pada laporannya.

“Seandainya dua-duanya calon itu ada temuan atau datanya masuk ke lembaga kami, dua-duanya pasti kami laporkan ingat itu,” pungkasnya.

Hendra juga menyayangkan beberapa pemberitaan yang tayang di Selayarnews.com terkesan berpihak ke salah satu Paslon Bupati Selayar.

“Media ini kayak ngotot sekali untuk membela dan membuat salah satu Paslon untuk tampil baik di depan publik imbasnya kami merasa dirugikan secara kelembagaan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) Sulawesi Selatan, Sufri Lakotong, S.Kom yang dimintai tanggapannya mengatakan dengan tegas, mengecam jika ada media yang tidak melakukan tugas-tugas jurnalistik atau kewartawanan secara independen.

“Wartawan atau media harus independen karena keberpihakan apalagi sikap politik dapat mempengaruhi output pemberitaannya kepada masyarakat,” tegas Sufri.

Iapun, meminta untuk dilaporkan jika ada indikasi seperti itu terjadi.

“Kalau dia anggota kami langsung kami tindaki, kalau di luar dari media yang bergabung sebagai anggota AJOI kami siap kawal dilapor ke Dewan Pers,” pungkasnya.

(*)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed