oleh

Diduga Pungli di Dermaga Kayu Bangkoa Libatkan Kabid Dishub Makassar

Makassar, SulawesiEkspos.com — Dugaan Pungutan liar (pungli) di Dermaga penyeberangan Kayu Bangkoa terkuak. Hal ini setelah LSM PERAK Sulawesi Selatan melakukan investigasi dan pemantauan selama beberapa hari di tempat tersebut.

“Disitu ada petugas Dishub yang memungut biaya Rp. 1.000 per penumpang memang itu resmi, tapi anehnya ada juga oknum mirip atribut Dishub memungut biaya Rp 5.000 per kendaraan,” ungkap Adiarsa MJ, SH Ketua LSM PERAK Sulawesi Selatan, Senin (15/6/20).

Melihat Petugas Dinas Perhubungan Makassar yang tiba-tiba diam. Timnya pun menanyakan keabsahan dari pungutan Rp 5.000 tersebut kepada oknum atas Berlian.

“Dia tidak bisa jawab dasar hukumnya apa melakukan pungutan, Perda dan Perwalinya pun tidak ada. Dia hanya bilang disuruh oleh Jasman salah satu Kabid di Dishub Makassar,” terangnya.

Pihak LSM PERAK sangat menyayangkan pungutan retribusi tanpa karcis tersebut.

“Tidak ada karcis dan dasar hukumnya memungut retribusi, kami yakin ini pungli dan tidak masuk PAD,” tegasnya.

Pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan penegak hukum untuk dilakukan tindakan.

Direktur PD Parkir Makassar Raya, H. Irhamsyah Gaffar, SE yang dihubungi via telepon seluler membantah oknum tersebut anggotanya.

“Anggota kami yang mengatur parkir di depan, kalau yang memungut retribusi naik ke bangunan dermaga itu bukan anggota kami. Kami beroperasi di depan dan saya sudah koordinasi anggota yang ada di lapangan dan bukan anggota kami,” jelas pria yang akrab disapa Haji Ilo ini.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Makassar yang mencoba dikonfirmasi sedang tidak berada di kantor. Begitu juga oknum Kabid Dishub Makassar atas nama Jasman.

(*)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed